Seminar Keluarga
Hari ahad 29 Januari 2012, AyBun menghadiri SEMINAR KELUARGA dengan tema Memahami Bahasa Cinta Dalam Keluarga. Dapet undangan dari Ummi Nayla, karena topik nya menarik, AyBun putuskan untuk datang.
Sebenernya ada 2 pembicara, tapi yang menjadi perhatian kami adalah topik yang ke 2 dengan tema Pemahaman Bahasa Cinta orang tua dan Anak, dengan pembicara Bpk. Hamdi Psi. Beliau adalah dosen Psikologi UI. Bpk. Hamdi membawakan materi secara menarik seingga ga bosen.
Berikut catetan yang Bun dapet dari materi pembicaraan tema diatas :
Orang tua yang sukses belum tentu anaknya ikut sukses.
Contohnya Khalid bin Walid, beliau ahli strategi perang -yang strategi perangnya masih di pelajari oleh bangsa eropa-, mempunyai 40 anak, dan semuanya meninggal. Sebetulnya ada 3 tokoh yang disebutkan, tapi Bun lupa kenapa dengan anak2 nya, ketika tokoh tsb adalahAnas Bin Malik mempunya 120 anak, Imam Bukhori, Umar bin Khottob.
Kenapa ini bisa terjadi? karena ukuran zaman yang berbeda, anak2 mereka hidup di zaman yang berbeda.
Mendidik Anak dalam Islam :
QS Al Kahfi : 82
[18:82] Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.
Kesimpulan: bahwa kesolehan itu menembus waktu dan ruang.
Setiap orang tua menilai anaknya berbeda-beda:
- Sweet memorial values (sebagai kenangan manis orang tua)
- Psycho-physical values (sebagai darah daging dan buah hati orang tua)
- Ideological values (sebagai penyambung cita-cita orang tua)
- Economical values (sebagai aset ekonomi)
- Hegemonical values (sebagai kebanggaan orang tua)
- Mandate value(sebagai amanah)
5 Potret gambaran Rumah Tangga :
- Kuburan di analogikan sebagai RT sunyi, sepi. Komunikasi lewat surat. Bayangkan jika suami-istri berkomunikasi lewat surat. Suami menulis surat “mah, bangunkan saya jam 5 pagi” besok paginya si istri membaca surat tsb, dan membalas nya “Pah, bangun udah jam 5 pagi”. Begitu deh kurleb nya, pasti kayak di kuburan, sepiii…
- Arena Tinju, kalo ini dianalogikan seperti sifat kasar, anak sering di marahin.
- Sekolahan, RT sekolahan Bun rada lupa, sory yaa.. semoga nanti ada kesempatan mengingat2 nya.
- Masjid, potret gambaran RT yang ini yang enak, di dasari oleh keimanan
- Lupaaaaaaa… heheh
Dasar-dasar pendidikan karaakter
dibentuk ketika anak berusia 0-4 tahun (max 8th)
3 Hal Karakter dilihat secara teknis
- Figure of identification : contoh/khutwah
- Pola asuh :
- Kohersif karena dinilai ampuh dan efisien (contoh: marah dengan perintah)
- Permisif : anak tidak diberikan aturan main yang jelas (misal: dilarang tapi tidak di jelaskan alasannya)
- Dialogis : anak diberikan pilihan
Kurang lebih begitu yang Bun tangkep dalam acara seminar kemarin, semoga bermanfaat. Maap kalo kurang lengkap hehehe.








January 31st, 2012 at 12:24 am
pastinya banyak manfaat dari seminar itu ya mbaa… hueugh semoga aku bisa lebih sabar sama anak-anak
April 10th, 2012 at 10:33 am
jiaaaahhh ada point2 yg lupa… sayang bgt jeng..lain kali kalo ikut seminar jgn lupa bawa kertas sama pulpen… hehehe… sayang kan kalo ilmunya terbang bgitu aja
April 25th, 2012 at 6:24 pm
iya hikz.. padahal udah di catet maak, tapi emang kemaren otak lagi limited wkwkwkw *alessaaann*